Deskripsi Tentang Industri Perhotelan - Materi Industri perhotelan kelas X

MODUL 1
Deskripsi Tentang Industri Perhotelan

Kompetensi Dasar:
3.1. Mendeskripsikan tentang industri perhotelan
4.1. Menemukan informasi tentang industri perhotelan

Indikator:
1. Menjelaskan Pengertian Hotel
2. Menjelaskan bagian departemen pada usaha perhotelan
3. Menjelaskan Fasilitas Usaha Hotel
4. Menjelaskan gambaran umum aktivitas industri perhotelan

Tujuan pembelajaran:
1. Siswa mampu menjelaskan Pengertian Hotel
2. Siswa mampu menjelaskan bagian departemen pada usaha perhotelan
3. Siswa mampu menjelaskan Fasilitas Usaha Hotel
4. Siswa mampu menjelaskan gambaran umum aktivitas industri perhotelan

Materi:
1. Pengertian Hotel
2. Ruang lingkup industri perhotelan
3. Departemen dalam industri Perhotelan

Metode Pembelajaran:
1. Dikusi 
2. Ceramah
3. Tanya Jawab
4. Penugasan
5. Presentasi 
6. Demonstrasi

Sumber Belajar
1. Buku Pengantar Wisata Jilid I, Internet, Surat kabar.

Penilaian
1. Penilaian sikap
2. Penugasan
3. Presentasi
4. Ketrampilan
5. Tes tertulis

Indikator penilaian Sikap
Kerja sama, Mengkomunikasikan pendapat , Toleransi, Sopan, Keaktifan, Menghargai pendapat teman, Berpakaian rapi.


I. PENGERTIAN HOTEL

Berikut ini dikutif beberapa pengertian hotel :

a. Menurut kamus Oxford, The advance learner’s Dictionary adalah: “Building where meals and rooms are provided for travelers.” Yang dapat diartikan sebagai bangunan (fisik) yang menyediakan layanan kamar, makanan dan minuman bagi tamu.

b. Menurut SK Menparpostel no.KM 37/PW.340/MPPT-86 tentang peraturan usaha dan pengelolaan hotel menyebutkan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

c. Menurut the American Hotel and Motel Association (AHMA) sebagaimana dikutif oleh Steadmon dan Kasavana: A hotel may be defined as an establishment whose primary business is providing lodging facilities for the general public and which furnishes one or more of the following services: food and beverage service, room attendant service, uniformed service, Laundering of linens and use of furniture and fixtures.
Yang dapat diartikan sebagai berikut:
Hotel dapat didefinisikan sebagai sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan memberikan fasilitas penginapan untuk umum dengan fasilitas pelayanan sebagai berikut: pelayanan makan dan minum, pelayanan kamar, pelayanaan barang bawaan, pencucian pakaian dan dapat menggunakan fasilitas/perabotan dan menikmati hiasan-hiasan yang ada didalamnya.

Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.

Dengan mengacu pada pengertian-pengertian tersebut di atas, dan untuk penggolongan hotel di Indonesia, pemerintah menurunkan peraturan yang dituangkan dalam surat keputusan Menparpostel, bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan, penginapan, makan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hotel adalah:
1. Suatu jenis akomodasi
2. Menggunakan bangunan fisik.
3. Menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa lainnya
4. Diperuntukkan bagi umum
5. Dikelola secara komersial, yang dimaksud dengan dikelola secara komersial adalah : dikelolah dengan memperhitungkan untung atau ruginya, serta yang utama adalah bertujuan untuk mendapatkan keuntungan berupa uang sebagai tolak ukurnya.

II. Ruang Lingkup Usaha Perhotelan
Hotel merupakan wadah yang menyediakan sarana tempat tinggal sementara (akomodasi) bagi umum, yaitu : orang-orang yang datang dengan berbagai ragam tujuan, maksud serta keperluan ke daerah di mana hotel berdomisili.

Hotel memilih domisilinya di tempat-tempat atau di lingkungan daerah yang memiliki potensi untuk dikunjungi, seperti panorama, adat istiadat masyarakat, social, budaya, sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan, keagamaan dan pusat kegiatan spiritual dan lain-lain.

Hotel sebagai tempat tinggal sementara harus dapat mencerminkan pola kebudayaan masyarakatnya dalam arti yang luas.

Hotel diharapkan dapat mencerminkan suasana hunian yang dinamis, kreatif, serta dapat menciptakan suasana yang homogeny di tengah-tengah suasana yang heterogen di daerah di mana hotel berlokasi.

III. Fasilitas Usaha Hotel
Hotel merupakan bagian yang integral dari usaha pariwisata yang menurut Keputusan Menparpostel disebutkan sebagai suatu usaha akomodasi yang dikomersialkan dengan menyediakan fasilitas-fasilitas sebagai berikut :
1. Kamar tidur (kamar tamu)
2. Makanan dan minuman
3. Pelayanan-pelayanan penunjang lain seperti :
    a. Tempat-tempat rekreasi
    b. Fasilitas olah raga
    c. Fasilitas laundry, dsb

Hotel merupakan usaha jasa pelayanan yang cukup rumit pengelolaannya, dengan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dipergunakan oleh tamu-tamunya selama 24 jam (untuk klasifikasi hotel berbintang 4 dan 5). Di samping itu, usaha perhotelan juga dapat menunjang kegiatan para usahawan yang sedang melakukan perjalanan usaha ataupun para wisatawan pada waktu melakukan perjalanan untuk mengunjungi daerah-daerah tujuan wisata, dan membutuhkan tempat untuk menginap, makan dan minum serta hiburan.

Gambar. 2.1 Beberapa Gambar Bangunan Hotel 
Contoh bangunan Hotel - industri perhotelan
Contoh bangunan hotel

Di samping itu seringkali disediakan sarana penunjang seperti: fasilitas olahraga, bisnis centre, kolam renang, musik hidup,dan jenis atraksi lainnya. Layanan yang ramah mulai dari pimpinan puncak sampai dengan karyawan pelaksana diperlukan untuk memberikan kepuasan kepada setiap tamu.

Adapun fasilitas yang di miliki hotel biasanya sebagai berikut :
- Jasa penginapan
- Pelayanan makan dan minum
- Jasa laundry
- Jasa bawa’an
- Jasa penggunaan perabot dan lainnya
- Jasa menyediakan kebutuhan bagi wisatawan yang bermalam di hotel

IV. Departemen Dalam Hotel

1. Room Departement:
· Front Office, berfungsi dalam memberikan pelayanan pada bagian depan hotel
· Room Division, berfungsi dalam administrasi yang berkaitan dengan kamar
· Housekeeping, berfungsi dalam masalah penyiapan dan pembersihan kamar
· Reservation, berfungsi menerima reservasi dari tamu dan agen
· Roommaid/Roomboy, berfungsi menyiapkan dan membersihkan kamar
· Bellboy, memberikan pelayanan mengantar & membawa barang tamu
· Operator, berfungsi memberikan pelayanan melalui telepon

2. Food & Beverage Departement:
· Cook, berfungsi menyiapkan menu sesuai order dan bertugas pd F & B produksi
· Steward, berfungsi membantu cook membersihkan peralatan dapur
· Waiter/Waitress, berfungsi memberikan pelayanan pd tamu dan bertugas pada F & B service

3. Accounting Departement:
· General Cashier, berfungsi mengadministrasikan penerimaan dan pengeluaran kas dan bertugas pada back office
· Income auditor, berfungsi melaporkan pendapatan hotel dan bertanggung jawab atas pengendaliannya
· Credit, berfungsi melakukan analisa kredit kredit dan kebutuhan modal kerja hotel
· Staff (accounting Receivable, Acconting Payable), berfungsi membantu pengadministrasian piutang dan hutang
· Marketing/Sales, berfungsi dalam administrasi pemasaran hotel
· Personnel, berfungsi dalam administrasi karyawan hotel

4. Monor Departemen:
o Operator, berfungsi memberikan pelayan telepon
o Laundry, berfungsi memberikan pelayan laundry
o Sport, berfungsi memberikan pelayanan fasilitas olahraga
o Sauna dan lain-lain

5. Fungsi Lain:
o Purchasing, berfungsi melakukan pembelian barang keperluan hotel
o Security, berfungsi menjaga keamanan hotel
o Houseman, berfungsi melakukan pembersihan area luar kamar

V. Gambaran Umum Aktivitas Industri Perhotelan
Secara umum, ruang lingkup kegiatan subsektor industri hotel meliputi penyediaan jasa di bidang perhotelan dengan segala fasilitas dan sarana penunjangnya yang terdiri dari :
1. Akomodasi (yaitu ruang inap beserta seluruh kelengkapannya)
2. Perkantoran (yaitu ruang kantor beserta fasilitas komunikasi)
3. Pusat perbelanjaan (yaitu ruang toko beserta fasilitas penunjangnya)
4. Apartemen (yaitu ruang huni permanen beserta kelengkapannya)
5. Sarana rekreasi dan hiburan (contoh restoran, kafe, kolam renang, pusat kebugaran, sauna, dan lain-lain)
6. Sarana penunjang lainnya (contoh areal parkir, binatu, banquet, jasa boga, pusat layanan kegiatan bisnis, tranportasi, pemesanan tiket, perwakilan agen wisata, dan lain-lain)

Oleh karena seluruh kegiatan yang tersebut di atas umumnya terintegrasi dalam satu lokasi, maka pihak manajemen hotel biasanya menerapkan konsep responsibility center untuk mengukur dan mengakui pendapatan dan bebannya. Secara umum, pihak manajemen hotel membagi pengelolaan manajemen menjadi dua bagian yaitu:
1. Penyedia jasa selaku profit center
2. Pemelihara sarana dan prasarana selaku cost center.

Dari segi status, pihak pengelola hotel dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Hotel Owner
2. Hotel Operator
3. Hotel Franchisor

Dalam pelaksanaannya, status pihak pengelola hotel dapat terpisah-pisah seperti kategori di atas namun tidak tertutup kemungkinan satu pihak memiliki gabungan ketiga status tersebut.

VI. Istilah

1. City Ledger ialah bagian dari buku besar tambahan yang memuat rincian piutang usaha dari konsumen jasa hotel setelah yang bersangkutan meninggalkan hotel secara permanen (sudah check-out). Biasanya hal ini terjadi apabila ada lembaga lain yang bertanggung jawab atas pembayaran hotel, contoh: agen wisata, kantor, dan lain-lain.
2. Guest Ledger ialah bagian dari buku besar tambahan yang memuat rincian piutang usaha dari konsumen jasa hotel pada saat yang bersangkutan masih menginap di hotel (belum check-out).
3. Hotel Franchisor adalah pihak yang berstatus sebagai pemilik waralaba pengelolaan operasional kegiatan hotel dan berhak menjualnya kepada pihak lain, dalam hal ini hotel owner.
4. Hotel Operator adalah pihak yang berstatus sebagai pengelola operasional kegiatan hotel.
5. Hotel Owner adalah pihak yang berstatus sebagai pemilik hotel.


WACANA

INDUSTRI PERHOTELAN INDONESIA

Industri perhotelan di Indonesia merupakan salah satu kontributor devisa negara, terutama dalam kaitannya dengan pariwisata Indonesia.

Pariwisata & Akomodasi = HOSPITALITY INDUSTRY

Bidang studi Hospitality semakin hari semakin populer dan berharga, dikarenakan bidang pengetahuan hospitality selalu berkembang dan akan selalu dibutuhkan terutama dalam dunia kerja. 

World Tourism Organization (WTO) menyatakan bahwa jumlah orang-orang yang melakukan aktivitas bepergian akan meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu maka kebutuhan tenaga kerja terampil untuk menjalankan kegiatan operasional dari segi layanan pariwisata, transportasi, hingga akomodasi akan selalu dibutuhkan untuk menunjang industri tersebut. Bahkan WTO juga menyatakan bahwa industri hospitality nantinya akan menjadi salah satu industri terbesar di dunia, dimana para profesional yang telah memahami hospitality dapat bekerja pada sektor strategis.

Apa yang dimaksud dengan esensi hospitality?
Terdapat penjelasan kamus mengenai hospitality, yaitu: keramahtamahan sebagai suatu bentuk penerimaan (penyambutan) untuk memberikan kenyamanan; atau secara praktis menciptakan suasana nyaman sebagai bentuk layanan.

Industri hospitality dapat juga didefinisikan sebagai industri yang berhubungan dengan sifat keramahtamahan, pelayanan, dan memberikan kenyamanan kepada konsumen. 

Manajemen hospitality di sisi lain lebih berfokus ke arah studi mengenai tata kelola perusahaan berkaitan dengan penyediaan layanan akomodasi secara profesional.

Beberapa aspek manajemen hospitality:
Studi terhadap manajemen hospitality lebih banyak menekankan pada aspek bisnis dari suatu kegiatan operasional hospitality, seperti misalnya pengaturan keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, dll. Dengan tidak melupakan aspek-aspek penting seperti operasional hospitality, manajemen f&b, manajemen kantor depan, manajemen tata graha, manajemen pengelolaan acara, dan terutama esensi layanan pariwisata. 

_________________________________________
Indonesia dan prospek hospitality
_________________________________________
Pada survey pariwisata dan travel dunia yang dilakukan secara acak, Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup kompetitif pada kategori hotel dengan prospek bisnis. Bahkan faktanya dapat dilihat beberapa vila eksklusif dengan pemandangan yang indah sebagian diantaranya dimiliki oleh warga negara asing dan diperuntukkan bagi para warga negara asing.

Terlepas dari hal itu, terdapat juga sebuah survey yang menyatakan bahwa interaksi yang terjadi antara para turis dan para pekerja bidang hospitality di Indonesia terjalin sangat baik. Bahkan beberapa diantaranya juga saling menambahkan akun sosial media sebagai sarana dalam menjalin hubungan baik. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa Negara Indonesia memang dikenal dengan budaya ramah, oleh karenanya bidang hospitality merupakan salah satu bidang yang sesuai untuk mengangkat nilai-nilai budaya terutama sebagai keramahan bangsa.


Peluang Karier :

Beberapa pilihan karier pada bidang industri hospitality diantaranya:
-Travel & Pariwisata
-Layanan Penerbangan & Pelayaran Pesiar
-Hotel, Apartemen, Restoran, Katering
-Penyelenggaraan Acara (Rapat, Eksibisi, Konvensi, dll.)
-Hiburan (Entertainment)
-Humas, Pemasaran dan Penjualan
-Spa, Health & Sports Club
-Sarana Rekreasi
-Dan berbagai atraksi hospitality lainnya.



Daftar Pustka

- Suwithi, ni Wayan, Dkk. 2008. Akomodasi Perhotelan untuk SMK Jilid 1. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

- Nn.tt. Industri Perhotelan Indonesia . Web: http://perhotelan.org/indonesia/

- Suci, Titis. 2013. Pengertian Hotel. Web: http://titissuci3ap134.blogspot.com/

- Meweks, Awin. 2011. Memahami Ruang Lingkup Usaha Perhotelan . Web: http://meweks.blogspot.com/2011/12/memahami-ruang-lingkup-usaha-perhotelan.html

- Symfoni.2013. Hospitality Perhotelan. Web : http://anisanurdzakya3ap104.blogspot.com/

Kompetensi Dasar (KD) Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMK Kelas X Kurikulum 2013

Melasti ke segara
Mungkin ada banyak dari rekan-rekan guru agama Hindu yang sedang mencari Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMK Kelas X Kurikulum 2013. Nah biar anda tidak bingung, berikut ini kami akan membagikannya.

Kompetensi Dasar (KD) Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMK Kelas X Kurikulum 2013

Silabus Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Hindu dan Budi pekerti SMK Kelas X

Upacara pewiwahan, Pernikahan di bali
Bagi sahabat The Bali buzz, baik yang berprofesi sebagai guru atau yang masih bersekolah duduk dikelas X jenjang SMA maupun SMK, berikut ini kami bagikan Silabus mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kurikulum 2013 untuk SMA/SMK kelas X.

Silabus Pendidikan Agama Hindu
dan Budi Pekerti
Kurikulum 2013
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas : X

Kompetensi Inti :

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Contoh teks doa Upacara Bendera Pembukaan MOS (Masa Orientasi Siswa)

Gambaran Siswa yang mengikuti Masa Orientasi Siswa tingkat SMP, SMA / SMK
Gambar Masa Orientasi Siswa (mos)
MOS adalah singkatan dari Masa Orientasi Siswa. Bagi siswa-siswi yang baru masuk pada Jenjang pendidikan yang baru, pada tahun ajaran baru diwajibkan untuk mengikuti Masa Orientasi Siswa. Karena melalui Mos, Calon siswa / Peserta didik akan memperoleh pengetahuan awal dan pengenalan pada lingkungan sekolah yang akan dijadikan sebagai tempat untuk menimba ilmu. Pengenalan lingkungan sekolah dan segala bentuk tata tertib yang diberlakukan disuatu sekolah sangat diperlukan agar peserta didik dapat beradaptasi.

Pelaksanaan MOS biasanya dilaksanakan di awal Tahun Ajaran baru, yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah selama 3 sampai 5 hari sesuai dengan keperluan sekolah. Nah mengawali pelaksanaan Mos, akan dilaksanakan dengan acara pembukaan. Untuk pembukaan dilakasanakan dengan cara yang beragam, ada yang didalam gedung ataupun yang diluar gedung dengan pelaksanaan upacara bendera. Disetiap rangkaian acara pembukaan mos di dalam gedung maupun diluar gedung terdapat Doa selain sambutan-sambutan dan pembukaan. Mungkin beberapa diantara teman, ada yang mendapat tugas untuk membaca Doa namun belum memiliki teks Doa Pembukaan Mos, maka berikut ini kami berikan satu Contoh teks doa Upacara Bendera Pembukaan MOS (Masa Orientasi Siswa).

CONTOH TEKS DOA
UPACARA BENDERA PEMBUKAAN MOS

Om Swastyastu, Om Awignam astu namo siddham,
Om adityasya param jyotir
Rakta teja namo stute
Sweta pangkaja madyaste
Baskara ya nama stute 
Om Hyang widhi, tuhan yang maha cemerlang,
Pada hari ini, Senin 14 Juli 2014, dalam acara Pembukaan Masa Orientasi Siswa tahun ajaran 2014/2015,
kami memuja-Mu, Tuntunlah kami mengikuti jalan yang terang.
Bimbinglah kami dari yang tidak benar menuju yang benar.
Bimbinglah kami dari kegelapan pikiran, menuju cahaya pengetahuan yang terang, sehingga kami terhindar dari tingkah laku yang tidak benar. 
Om Hyang widhi Tuhan yang maha pengasih dan penyayang.
Hanya kepada Mu lah kami memanjatkan doa dan memohon anugrah.
Berikanlah kami keselamatan, lindungilah kami dari hal-hal yang tidak baik.
Bebaskanlah kami dari segala rintangan, sehingga pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) dapat kami laksanakan dengan lancar. 
Om Hyang widhi, Tuhan yang maha pemaaf,
Ampunilah kami, ampunilah segala kekeliruan kami dan bebaskanlah kami dari segala dosa. 
Om Santih Santih Santih Om

Demikian Contoh teks doa Upacara Bendera Pembukaan MOS (Masa Orientasi Siswa) yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat bagi teman semuanya, dan apabila ada kekurangan mohon dimaafkan dan silahkan dilengkapi.
Terima kasih.

Skor akhir pertandingan sepakbola Kamerun vs Kroasia (Piala Dunia 2014)

Kamerun vs Kroasia

Brazil , Pada hari ini (19/6/14) berlangsung pertandingan sepak bola antara tim kesebelasan Kamerun menghadapi tim kesebelasan kroasia dalam ajang Piala Dunia Grup A. Pada babak pertama tim kroasia telah mengambil kendali jalannya pertandingan dengan berbagai serangan yang dilancarkan ke Kamerun. Pada menit ke 11, Kroasia telah mampu memperoleh keunggulan lewat goal yang tercipta dari tendangan Ivica Olić dengan nomor punggung 18. Skor sementara menjadi 0-1 untuk keunggulan kroasia. Pertandingan pun masih berlanjut dengan saling serang dimana tim kamerun tidak mau ketinggalan. Namun tim Kamerun harus kehilangan salah seorang pemainnya yakni Alexandre Song (#6) yang harus keluar karena terkena Kartu merah pada menit ke 40. Sampai akhir babak pertama skor tetap 0-1 untuk keunggulan sementara bagi tim Kroasia.

KICK OFF BABAK Ke 2
Pada babak kedua, tim Kamerun yang bermain hanya dengan 10 orang pemain saja diobrak abrik oleh kroasia. Untuk memperkuat tim, Kamerun memasukan pemain penggantinya Dany Nounkeu (#5) yang menggantikan Aurélien Chedjou (#14) pada menit ke 46. Namun berselang 2 menit dari pergantian pemain tersebut, gawang Kamerun kembali dibobol oleh pemain Kroasia yaitu Ivan Perišić (#4) pada menit ke 48 melalui tendangan kaki kirinya ke tiang pendek gawang yang membuat kiper Kamerun menjadi terkecoh. Pada menit ke 61, Mario Mandžukić (#17) berhasil menyumbangkan goal bagi kroasia setelah menerima umpan dari tendangan sudut dan melalui sundulan ia merobek gawang Kamerun. Pada menit ke 69, tim Kroasia melakukan pergantian pemain dimana Eduardo (#22) dimasukan menggantikan Ivica Olić (#18). 

Permainan pun menjadi lebih seru, tim Kamerun tidak henti-hentinya juga melancarkan serangan. Beberapa kali Kamerun menciptakan peluang namun belum bisa berbuah goal. Pada menit ke 70, kamerun melakukan pergantian pemain dengan memasukan Pierre Webó (#15) menggantikan Vincent Aboubakar (#10). Saling serang pun terjadi, kedua Tim masing-masing mampu menerobos ke lini pertahanan lawan. Sehingga untuk mengamankan keunggulan, tim Kroasia lebih memperkuat lini pertahanan dengan memasukan Mateo Kovačić (#20) sebagai pengganti dari Sammir (#19) pada menit ke 72. Akhirnya pada menit ke 73, tim Kroasia kembali menambahkan goal lewat tendangan yang dilakukan oleh Mario Mandžukić (#17). Skorpun menjadi 0-4 untuk keunggulan tim Kroasia. 

Tim kamerun kembali melakukan pergantian pemain yaitu memasukan Edgar Salli (#20) untuk menggantikan Eric Choupo Moting (#13) pada menit ke 75 untuk lebih mengagresifkan penyerangan guna memperkecil kekalahan. Tim Kroasia pun melakukan pergantian pemain dengan memasukan Ante Rebić (#16) untuk menggantikan Ivan Perišić (#4). Saling serang diantara kedua Tim pada babak ke 2 terlihat tidak ekstrim karena hanya 1 kuning saja yang dikeluarkan oleh wasit. dimana kartu kuning tersebut diterima oleh Eduardo (#22) dari tim Kroasia pada menit ke 89. Pertandingan pun berakhir dengan skor akhir pertandingan sepak bola antara Kamerun dengan Kroasia adalah 0-4 untuk kemenangan tim Kroasia.