Home » » SYARAT-SYARAT KEPEMIMPINAN DALAM AJARAN AGAMA HINDU (TRI UPAYA SANDHI)

SYARAT-SYARAT KEPEMIMPINAN DALAM AJARAN AGAMA HINDU (TRI UPAYA SANDHI)

Oleh

I Gusti Ngurah Agung Sandy Warman

INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI

DENPASAR

2008

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemimpin adalah pelaksana fungsi kepemimpinan.Pemimpinlah yang menentukan keberhasilan suatu kepemimpinan.Untuk mensukseskan jalannya suatu kepemimpinan orang yang menjadi pemimpin haruslah memenuhi syarat-syarat tertentu.Dalam kitab-kitab Nitisastra diuraikan beberapa syarat pemimpin yang ideal.Sebelum membahas tentang syarat-syarat pemimpin terlebih dahulu akan dikemukakan batasan wewenang Raja sebagai seorang pemimpin menurut teori Hindu Kuno dan kenyataan sejarah dari kerajaan-kerajaan Hindu.

Didalam kitab Substance of Hindu Polity oleh Chandra Prakash Bhambri dijumpai penjelasan tentang konsepsi kekuasaan Raja yang disebut Swamin.Swamin atau Raja dinobatkan oleh Purohito atau lembaga kepandetaan kerajaan Penobatan Raja oleh Purohito melalui upacara kenegaraan yang disebut “Raja Suya”.Raja yang telah dinobatkan oleh Purohito mulai mempunyai kekuasaan dalam bidang pemerintahan.Meskipun berkuasa penuh,tetapi hanya sebatas dibidang kekuasaan negara saja.Sedangkan yang berkuasa dibidang rokhani adalah Purohito.

Kalau Swamin dinobatkan oleh purohito,sedangkan purohito dilantik oleh Raja melalui upacara Brhaspati Sawa.Raja berkuasa dalam bidang pembangunan material,sedangkan Purohito berkuasa dalam bidang pembangunan mental spiritual.

Dalam bidang kekuasaan politik Swamin dalam sistem Hindu Kuno berkuasa penuh dalam sistem Hindu Kuno,sedangkan Raja pada jaman Majapahit berkuasa dalam bidang legislatif.Hal ini dapat dibuktikan ,bahwa Raja adalah ketua dan anggota utama dari sapta Prabhu.Sapta Prabhu adalah salah satu dari unsur Troya Ratna yang berkuasa dalam bidang legislatif.Sedangkan unsur Troya Ratna lainnya adalah Sapta Mantri yang berfungsi untuk menjalankan kekuasaan executif dan sapta Upapati adalah bagian dari Troya Ratna yang berfungsi untuk menjalankan kekuasaan yudikatif.Kekuasaan penuh atau Chakra Wrrttin dalam ketatanegaraan Hindu tidaklah sama dengan kekuasaan mutlak yang berkonotasi sewenang-wenang.Kekuatan penuh memiliki batas-batas tertentu.Batas tersebut adalah Dharma.Raja tidak punya kekuasaan apa-apa kalau untuk Adharma.Raja hanya berkuasa untuk menegakan Dharma.

Dalam ajaran agama Hindu yang khususnya adalah ajaran niti sastra memberikan beberapa syarat-syarat menjadi pemimpin,yang salah satunya adalah Tri Upaya Sandhi.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut diatas,penulis dapat menarik beberapa permasalahan yaitu :

1.2.1 Bagaimanakah pengertian Tri Upaya Sandhi?

1.2.2 Bagaimanakah pembagian Tri Upaya Sandhi serta penjelasannya?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan penulis menyusun Makalah ini adalah:

1.3.1 Untuk mengetahui pengertian Tri Upaya Sandhi.

1.3.2 Untuk mengetahui pembagian Tri Upaya Sandhi serta penjelasannya.

1.4 Manfaat Penulisan

Manfaat penyusunan Makalah ini adalah:

1.4.1 Dapat mengetahui pengertian Tri Upaya Sandhi.

1.4.2 Dapat mengetahui pembagian Tri Upaya Sandhi serta penjelasannya.

4.3.1 Metode Kepustakaan

Metode kepustakaan adalah suatu metode yang gunakan untuk memperoleh data dengan cara mengumpulkan buku-buku yang bisa memberikan informasi tentang obyek yang diteliti.

1.5 Metode Pengumpulan Data

Menurut Arikunto (dalam Putra,2001:21)menyatakan bahwa Data adalah hasil pencatatan penulisan baik yang berupa akta maupun berupa angka.

Data adalah bahan mentah yang diolah yang berupa keterangan-keterangan yang akan diolah berupa angka-angka maupun fakta-fakta (putra,2001:21).

Di dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa metode,yaitu :

1.5.1 Metode Kepustakaan

Metode kepustakaan adalah suatu metode yang gunakan untuk memperoleh data dengan cara mengumpulkan buku-buku yang bisa memberikan informasi tentang obyek yang diteliti.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tri Upaya Sandhi

Didalam lontar Rajapati Cundala seorang raja harus memiliki tiga upaya untuk menghubungkan dirinya dengan rakyat (wiana,1992:198)

2.2 Bagian-bagian Tri Upaya Sandhi Dan Penjelasannya

Tri Upaya Sandhi yang merupakan tiga upaya untuk menghubungkan dirinya dengan rakyat,bagian-bagiannya adalah :

2.2.1 Rupa : Artinya untuk mendekati masyarakat pertama-tama keadaan merekalah yang harus dipahami terlebih dahulu,untuk mengetahui keadaan rakyat pada tahap awal adalah dengan jalan melihat keadaan diri dari masyarakat.Dengan mengetahui keadaan diri rakyat meskipun baru dari luar,cukuplah sebagai dasar pertimbangan untuk memulai mengadakan pendekatan dengan tepat.Karena keadaan pisik (rupa)nya itulah yang akan memberikan gambaran umum tentang keadaan rakyat.

2.2.2 Wangsa : kata wangsa berasal dari bahasa sansekerta dari kata wamsa yang artinya adalah stratifikasi sosial atau lapisan masyarakat.Maksudnya adalah agar pemimpin itu mendekati masyarakat berdasarkan lapisan sosial yang ada.untuk masyarakat timur yang masyarakatnya masih vertikal oriented artinya berorientasi keatas dengan pola anutan yang tinggi.Untuk mensukseskan suatu pendekatan maka pertama-tama dekatilah terlebih dahulu lapisan yang paling dominan dalam masyarakat tersebut.

2.2.3 Guna : Kata Guna dalam bahasa sansekerta berarti sifat,tabiat,kecakapan,keunggulan,manfaat.Kata “Gunaka”berarti kualitas.

Guna dalam Tri Upaya Sandhi dimaksudkan seorang pemimpin dalam melakukan pendekatan pada masyarakat dengan melihat tingkat pengetahuan dan jenis-jenis ketrampilan yang dimiliki oleh masyarakat yang dipimpin.Disamping itu sifat dan tabiat dari suatu masyarakat patut dijadikan landasan untuk melakukan pendekatan masyarakat.

Pendekatan dengan sistem itu amat penting agar potensi yang dipendam dalam masyarakat dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut diatas penulisan memberikan kesimpulan sebagai berikut :

3.1.1 Tri Upaya Sandhi adalah tiga upaya untuk menghubungkan dirinya dengan rakyat.

3.1.2 Bagian-bagian dari Tri Upaya Sandhi adalah Rupa Wangsa dan Guna.

3.2 Saran-saran

Sesuai dengan pembahasan diatas maka yang menjadi saran penulis adalah agar bagaimana dalam kehidupan didunia ini kita mampu menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana sehingga akan tercipta kehidupan yang harmonis dengan mengaplikasikan Ti Upaya Sandhi tersebut.Walaupun tidak menjadi pemimpin bagi orang lain setidaknya kita mampu untuk memimpin diri kita sendiri untuk melakukan hal-hal yang positive,demikian niscaya kehidupan yang harmonis akan dapat tercipta.

0 komentar:

Post a Comment