Home » » Laporan praktikum mikrobiologi Pemeriksaan kualitas air (air PAM)

Laporan praktikum mikrobiologi Pemeriksaan kualitas air (air PAM)

Advertisement
Laporan praktikum mikrobiologi
Pemeriksaan kualitas air
(air PAM)
Oleh : I G.A. Airniati
=================================================

A. Tujuan: tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah
sampel air yang diujikan ( air PAM ) mengandung mikroba atau tidak.

B. Teori :
Hidup kita memang tidak bisa lepas dari air. Seperti kita
ketahui, sekitar 70% tubuh manusia terdiri dari air. Karena air adalah
kebutuhan dasar yang merupakan kunci utama semua sistem dan fungsi
tubuh antara lain peredaran darah, pencernaan, mengatur suhu tubuh,
pembuangan, metabolisme, pelicin, pergerakan, penyaringan, dan
sebagainya.
Sangatlah penting untuk memberikan tubuh dengan air yang berkualitas
sesuai kebutuhan sel-sel dalam tubuh. Namun apakah air yang kita
konsumsi memiliki kualitas yang dibutuhkan tubuh?
Air yang bersih dan berkualitas ialah air yang bebas
bakteri dan racun serta mengandung berbagai jenis mineral. Air yang
kita konsumsi setiap harinya yang diambil langsung dari alam biasanya
sudah tercemar karena berbagai sebab baik karena pencemaran,
limbah-limbah beracun dari industri atau pertanian, racun atau zat
berbahaya atau karena berbagai ulah manusia. Terlebih lagi air yang
mengandung kaporit apabila kandungan kaporit melebihi standar yang
ditetapkan lambat laun akan mengakibatkan penyakit anemia apabila
diserap oleh darah. Kaporit bisa mempertinggi resiko penyakit kanker,
mengerasnya pembuluh darah serta mengurangi penyerapan vitamin dalam
sayuran apabila dicuci dengan air yang mengandung kaporit. Teknologi
yang dipakai oleh perusahaan air minum (PAM) saat ini dinilai sudah
ketinggalan zaman dan malah bisa membahayakan kesehatan. Kaporit untuk
memurnikan air bisa memicu kanker jika digunakan secara berlebihan dan
terus menerus.
Selain kaporit, zat klorin juga merupakan zat berbahaya karena zat
tersebut hanya bagus apabila digunakan sebagai pemutih. Penelitian
membuktikan bahaya klorin yang dapat merusak vitamin B, C dan E dalam
tubuh. Apabila bereaksi dengan asam dari tumbuhan yang membusuk akan
terbentuk trihalomethans (THMs) yang bersifat karsinogen. Ini
merupakan penyebab dari berbagai penyakit seperti lever, ginjal,
pernapasan, tensi darah rendah dan cacat lahir. Juga menyebabkan
pengendapan kolesterol dalam darah dan stroke.
Penambahan kaporit dan klorin yang terus menerus untuk
mematikan bakteri (kuman) dan menjernihkan air akan menyebabkan
gangguan fungsi ginjal. Begitu pula dengan racun PC Bs mencemari air
minum bisa menimbulkan kerusakan pada kulit, paru-paru, ginjal dan
hati.

C. Alat dan bahan :
1) Sampel air PAM
2) Media LB dalam tabung reaksi
3) Pipet dan tip

D. prosedur kerja

Sediakan 9 buah tabung reaksi. Ambil pipet ukur masing-masing 10 ml
tetes sampel air PAM masukkan kedalam 3 tabung reaksi yang berisi
medium laktose broth (LB). pipet ukur masing-masing 1 ml tetes sampel
air PAM dimasukkan kedalam 3 seri tabung reaksi yang berisi medium LB.
pipet ukur masing-masing 0,1 ml tetes sampel air PAM masukkan kedalam
tiga seri tabung reaksi . selanjutnya, inkubasi semua tabung pada suhu
37oc selama 24 jam. Hasil positif akan ditunjukkan oleh adanya gas
dalam tabung durham. Tabung yang menunjukkan hasil positif
dinokulasikan kedalam medum BGBB dengan cara mengambil 1 tetes
menggunakan kawat ose. Inkubasi medium BGBB yang telah dinokulasikan
dengan supensi bakteri yang tumbuh pada medium LB. hasil positif akan
ditunjukkan dengan adanya gas dalam tabung durham. Tabung yang telah
menunjukkan hasil positif ini, streak pada permukaan medium EMBA.
Selanjutnya diinkubasi kembali pada suhu 37oc selama 24 jam.

E. hasil pengamatan dan pembahasan

Dari pengamatan yang kami lakukan pada air PAM, kami tidak menemukan
pertumbuhan mikroba dalam air tersebut. Hal ini mungkin saja
diakibatkan oleh adanya penambahan kaporit pada air PAM. Penambahan
kaporit ke dalam air akan menghasilkan senyawa kimia sampingan yang
bernama Trihalometana (THM).
Kaporit akan bertindak sebagai oksidator, yang akan berusaha
menyingkirkan kandungan yang bersifat pengotor dalam air, seperti besi
(Iron) dan Mangan. Kadar besi tinggi, bereaksi dengan kaporite akan
menyebabkan air berwarna kekuningan.Kadar mangan tinggi, bereaksi
dengan kaporit akan menyebabkan warna air berubah kecoklatan. Apabila
tugas sebagai oksidator telah selesai, dan masih ada kandungan kaporit
tersisa, dia akan bertugas sebagai desinfektan (pembunuh kuman, jamur,
lumut dll ). Reaksi yang diakibatkan berlebihnya pencemar air juga
bisa menyebabkan berubahnya warna air, misalnya kehijauan yang
diakibatkan pelapukan lumut yang tergerus oleh kaporite.Untuk itu
sebaiknya analisa air terlebih dahulu, lihat parameter hasil analisa,
sehingga kita bisa menghitung kadar kebutuhan kaporite pada kolam
tersebut.

F. penutup
Kesimpulan:
Dari pengamatan yang kami lakukan pada air PAM, kami tidak menemukanya
pertumbuhan mikroba dalam air tersebut. Hal ini mungkin saja
diakibatkan oleh adanya penambahan kaporit pada air PAM. Penambahan
kaporit ke dalam air akan menghasilkan senyawa kimia sampingan yang
bernama Trihalometana (THM). Kaporit akan bertindak sebagai oksidator,
yang akan berusaha menyingkirkan kandungan yang bersifat pengotor
dalam air, seperti besi (Iron) dan Mangan.

Saran :
Untuk menjaga kesehatan kita, sebaiknya kita lebih memperhatikan
kualitas air yang akan kita gunakan apalagi untuk keperluan kita
sehari-hari seperti air minum.


0 komentar:

Post a Comment