Home » , » Sarana sembahyang dalam ajaran agama Hindu

Sarana sembahyang dalam ajaran agama Hindu

Advertisement
SARANA SEMBAHYANG DALAM AJARAN AGAMA HINDU

Agama hindu merupakan agama yang bersifat fleksibel atau tidak kaku, dimana hal ini dapat dilihat dari cara menghubungkan diri dengan Tuhan yang beraneka ragam. Adanya berbagai cara yang dilakukan oleh umat dalam mencetuskan rasa bhaktinya kepada Brahman adalah tidak salah asalkan tidak menyimpang dari inti ajaran dalam kitab suci Weda. Ajaran Hindu memberikan beberapa pilihan kepada umatnya dalam rangka mengimplementasikan ajaran suci untuk menghubungkan diri dengan Brahman.

Sesungguhnya ajaran Hindu memberikan empat macam cara/jalan menghubungkan diri dengan Brahman yang disebut dengan Catur Marga Yoga. Catur marga yoga berarti empat (4) jalan untuk menghubungkan diri dengan Tuhan. Ke-empat jalan tersebut adalah Jnana Marga Yoga, Karma Marga Yoga, Bhakti marga yoga, dan Raja Marga Yoga.
Jnana marga yoga adalah jalan menghubungkan diri dengan cara mempelajari ilmu pengetahuan dan menerapkannya untuk kepentingan orang banyak. Karma marga yoga adalah jalan menghubungkan diri dengan Tuhan dengan cara melakukan pekerjaan sesuai dengan swadharma kita tanpa terikat pada hasil dari kerja yang dilakukan. Bhakti marga yoga merupakan jalan menghubungkan diri dengan Tuhan dengan cara menunjukan rasa cinta kasih kita kepada Tuhan dan mengimplementasikan ajaran cinta kasih terhadap semua mahluk ciptaan Tuhan. Raja marga yoga adalah jalan menghubungkan diri dengan Tuhan dengan menerapkan tapa bratha yoga dan Samadhi.
Dari keempat jalan tersebut yang paling banyak diterapkan di Bali pada khususnya adalah Bhakti Marga Yoga. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan dalam hubungannya dengan agama. Umat menunjukan rasa bhaktinya kepada Tuhan dengan cara sujud bhakti dan melakukan yadnya kepada Tuhan. Yadnya yang berarti korban suci tulus iklhas dilakukan dengan menghaturkan/ mempersembahkan hasil bumi kepada Tuhan. Apakah umat Hindu harus melaksanakan persembahan yang besar untuk menunjukan rasa bhaktinya kepada Tuhan? Jawabannya adalah tidak. Yang diperlukan dalam yadnya adalah ketulusan hati dalam memuja Tuhan. Misalnya orang yang tidak punya apa-apa, ia tidak perlu harus sampai ngutang/ meminjam uang untuk persembahan kepada Tuhan. Umat seharusnya menghaturkan persembahan sesuai dengan kemampuannya atau diseimbangkan dengan tingkat perekonomiannya. Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai sarana yang dapat dijadikan persembahan kepada Tuhan yaitu Puspam, Phalam, Toyam, dan Gandham.
Puspam berarti bunga, yaitu umat dalam memuja Tuhan dapat menggunakan sarana berupa bunga. Phalam berarti buah, toyam berarti air, dan gandham berarti wewangian (dupa).

0 komentar:

Post a Comment