Home » , » Pembacaan Purana Pura Kancing Gumi yang terletak di Desa Adat Batulantang, Sulangai, Petang, Badung Bali oleh Ketua PHDI Badung

Pembacaan Purana Pura Kancing Gumi yang terletak di Desa Adat Batulantang, Sulangai, Petang, Badung Bali oleh Ketua PHDI Badung

Advertisement

Mungkin banyak yang belum tahu tentang bagaiman sesungguhnya asal usul adanya Pura Kancing Gumi yang diyakini sebagai Pusatnya Dunia. Keberadaan Pura Kancing Gumi sangat erat kaitannya dengan nama Desa Adat Yang ada diwilayah itu yang bernama Desa Adat Batulantang.

Pura Kancing Gumi di Desa Adat Batu Lantang, Desa Sulangai, Petang, Badung merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat di Bali. Banyak pamedek, baik dari Bali maupun luar Bali yang datang bersembahyang ke pura itu. Banyak umat yang menanyakan tentang sejarah pura tersebut. Sejarah Pura itu disebutkan dalam Purana Hyangning Alas yang disucikan di Pura Kancing Gumi.

Untuk mengetahui dan mensosialisasikan isinya, purana itu dibacakan pada Minggu (12/8) kemarin di wantilan pura setempat. Hadir dalam acara tersebut Bupati Badung A.A. Gde Agung dan jajarannya, Ketua DPRD Badung I Gede Adnyana, Ketua Umum PHDI Badung Ida Pedanda Gde Kekeran Pemaron dan para sulinggih lainnya serta para pamedek. Pembacaan purana dilakukan usai persembahyangan bersama di Pura Kancing Gumi.

Ketua PHDI Badung yang membacakan purana, I Nyoman Sukada, mengatakan purana itu ditulis dengan huruf Bali pada tembaga sebanyak 12 lembar. Isinya tentang sejarah Pura Kancing Gumi. Berawal dari adanya lingga yang disebut Lingga Amertha. Lingga itu adalah tempat berstananya Sang Hyang Pasupati. Lingga merupakan pacak gumi di Bali. Lingga tersebut lama tertanam di dalam tanah, ditumbuhi tanaman merambat dan pepohonan serta berada di tanah yang agak tinggi sehingga menyerupai bukit.

Lama-kelamaan, datanglah manusia yang mulai menempati daerah itu. Akhirnya hutan dibabat, tanah diratakan. Masyarakat lalu menemukan gundukan bukit itu. Di bawahnya ada telaga. Karena ada batu yang sangat tinggi, masyarakat setempat mencari pangkalnya, namun tidak ditemukan. Tinggi batu itu lebih dari 15 meter. ''Karena itulah batu itu disebut sela mangadeg, artinya batu yang berdiri. Dari situlah muncul nama Batu Dawa atau Batu Lantang,'' imbuh Sukada.

Salah satu yang khas di Pura Kancing Gumi, setiap pamedek yang datang diberi gelang benang tridatu dan bhasma. Hal itu sebagai lambang anugerah dari lingga yang ada di Pura tersebut.

Ida Pedanda Gde Kekeran Pemaron menyebutkan akan mencari tahu lebih jelas tentang keberadaan Pura Kancing Gumi dari sumber-sumber lainnya. Namun menurut Pedanda, pihaknya akan membahasnya lebih lanjut dengan para sulinggih lainnya.

Sumber bacaan: http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2007/8/13/b9.htm
sumber Gambar: http://sandywarman.blogspot.com/2012/12/persembahyangan-bersama-di-pura.html

6 komentar:

  1. nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi

    kita semua :)keep update!
    mobil masa depan

    ReplyDelete
  2. Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga

    kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!perawatan mobil

    ReplyDelete
  3. Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!Harga Toyota Rush bekas

    ReplyDelete
  4. terima kasih atas informasinya..
    semoga dapat bermanfaat bagi kita semua :) Assanty

    ReplyDelete

  5. Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
    keep update!Harga Suzuki swift 2014

    ReplyDelete
  6. terima kasih atas informasinya..
    kunjungi juga website kami Piala Dunia

    sukses selalu

    ReplyDelete